
Jatiluwih – Jumat,21 Februari 2025, Bertempat di Aula Kantor Desa Jatiluwih, Pemerintah Desa Jatiluwih bersinergi dengan Desa Adat Jatiluwih menyelenggaraan acara Bulan Bahasa Bali VII Tahun 2025 dengan tema "Jagat Kerthi-Jagra Hita Samasta". Tema ini memiliki makna bahwa Bulan Bahasa Bali merupakan altar pemulian Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, sebagai sumber kesadaran menuju semesta raya.
Acara Balan Bahasa Bali VII tahun 2025 dihadiri oleh Perbekel Desa Jatiluwih,Ketua BPD Desa Jatiluwih,Jro Bendesa Adat Jatiluwih,Perangkat Desa Dan staf Desa Jatiluwih,Babinsa dan Babhinkamtibnas Desa Jatiluwih,Juri dari Penyuluh Bahasa Bali Kab. Tabanan,Peserta Lomba,Bapak Ibu Guru serta anak-anak didik SD 1,2,3,Jatiluwih.
Acara diawali ucapan selamat Datang kepada Undangan dan peserta Lomba serta pembacaan susunan acara yang dipandu oleh MC dari Penyuluh Bahasa Bali dan dilanjutkan dengan pementasan Tari Pembuka dari Anak-anak TK B yang dilanjutkan dengan Doa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan oleh sambutan dari Jro Bendesa Adat Jatiluwih dan sambutan oleh Perbekel Desa Jatiluwih yang sekaligus membuka acara Bulan Bahasa Bali VII Tahun 2025.
Perbekel Desa Jatiluwih I Nengah Kartika,S.Sos dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Bulan Bahasa Bali Ke-VII pada Tahun 2025, berkat kerjasama Panitia dengan penyuluh bahasa Bali serta kaloborasi denga Desa Adat Jatiluwih. Beliau berharap untuk tahun-tahun berikutnya, jumlah lomba bisa lebih beragam, guna mempertahankan dan melestarikan budaya Bali yang kaya. Selain itu, beliau berjanji akan meningkatkan anggaran untuk penyelenggaraan acara ini di tahun mendatang.
Lebih lanjut dalam sambutannya beliau juga menyatakan Bulan Bahasa Bali merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan isi dari Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018, tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali Dengan semangat yang tinggi untuk melestarikan budaya Bali, acara ini mencerminkan kecintaan masyarakat terhadap tradisi dan warisan budaya lokal. Jadikanlah Bulan Bahasa Bali sebagai sarana untuk membumikan bahasa Bali agar merasuk dalam sanubari masyarakat Bali, sehingga dapat menjadi pedoman dalam kehidupan.
Setelah pembukaan dilanjutkan dengan acara lamba (wimbakara) :
- Wimbakara Nyurat Aksara Bali
- Wimbakara Mapidarta
- Wimbakara Peragaan Busana Adat Kepura,
- Miwah Festival Nyurat Aksara Bali
Setelah penyelenggaraan lomba, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah. Pembrian uang kepesertaa yang tidak juara, sebagai bentuk dukungan dan motivasi.
Mari kita dukung pelestarian Bahasa dan Budaya Bali!


